ABSTRAK; This study aims to (1) perform the test description and nature – nature (basic properties) soil samples are used as a layer of base / foundation piles of garbage on a Final Disposal (TPA) in the laboratory, (2) design a model layer Clay Liner dense and impermeable layer of cement as a stabilization of leachate at the landfill, and (3) conduct seepage testing of the model type of a column by varying the concentration leacheate in laboratory.
The results of this study indicate that soil samples are used as Clay Liner, Classification soil test results based on the method known USCS soil types including clay samples kepasiran by category CL (clay with low plasticity levels) .. Testing Clay Liner low density layer of soil and cement stabilization on the model based on the results of compaction are done with the Standard Proctor Test methods vary , is the unit weight of dry soil (γdry) samples until the stabilization of cement with a variation of cement content 0%, 5% to 10% showed an increase in the γdry 1.65 gr/cm3, 1.75 gr/cm3, and 1.85 gr / cm3 is the variation of cement content of 20% down to 1.70 gr/cm3, so with the addition of excess levels of cement can reduce the density of the layer. Seepage test results conducted on the model layer of clay and cement stabilization with cement content variation of 5%, 10% and 20%, both using 100% water, the liquid leachate 50% + 50% water or liquid leachate 75% + 25% water as seepage media, the results showed that the variation of cement content from 5% to 10%, the magnitude of permeability or hydraulic conductivity (k) was vanishingly small, being on the cement content of enlarged.
Key words: characteristics, clay liner, leachate, cement stabilization and landfill.
PENDAHULUAN
Salah satu permasalahan yang timbul akibat kegiatan manusia saat ini adalah meningkatnya jumlah sampah dan luasnya dampak yang ditimbulkannya.
Jenis dan kualitas sampah pun semakin bervariasi, mulai dari sampah rumah tangga hingga sampah nuklir yang dihasilkan oleh penduduk bumi ini. Untuk itu diperlukan berbagai upaya dan daya harus dilakukan untuk mengatasinya, sehingga dapat meminimalisir dampak dan akibat yang ditimbulkannya.
Upaya pengelolaan dan pengolahan sampah sudah lama berkembang dari dulu hingga saat ini, dalam rangka mengatasi dan mengurangi timbulan sampah yang terjadi, di kota-kota besar, namun disana-sini masih terdengar berbagai kekurangan dan kelemahan yang terjadi.
Model pengelolaan sampah di Indonesia umumnya berupa urugan dan tumpukan, sehingga dapat menimbulkan polusi udara, polusi air tanah, longsor, kurangnya nilai estetika lingkungan, sumber penyakit dan sebagainya, jika tidak dilakukan penerapan teknologi yang benar. Salah satu dampak yang sering timbul dari system pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir adalah menurunnya kualitas air tanah dan tercemarnya tanah disekitar lokasi
http://taufikss.files.wordpress.com/2011/08/bab-iii-repaired5.docx
pembuangan akibat bocoran lindi (cairan sampah) yang meresap kedalam tanah.
Untuk itu diperlukan upaya penanganan dengan meneliti kondisi lapisan tanah sebagai alas timbulan sampah pada lokasi pembuangan dan merencanakan konstruksi lapisan alas yang lebih kedap, sehingga tidak terjadi lagi rembesan.
Sehubungan dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang “Studi Karakteristik dan Clay Liner Pada Infrasturktur Tempat Pembungan Akhir Sampah”
METODOLOGI PENELITIAN
Pemeriksaan Sifat Dasar dan Fisik Tanah untuk Lapisan Clay Liner
Pengujian karakteristik dasar dari tanah yang digunakan seperti kadar air, berat jenis spesifik, distribusi ukuran tanah, permeabilitas, kompaksi dan batas-batas Atterberg (batas cair dan batas plastis) dan kuat tekan bebas (UCS) didasarkan pada standar tes ASTM, AASTHO dan SNI.
Untuk penyiapan tanah, selanjutunya material tanah dikeringkan sampai mencapai kondisi kering permukaan lalu kemudian butiran-butirannya dihancurkan sampai lolos saringan
Contak Person to 081355415838 Ir.H.Abd.Kamal

